Semua orang perlu tertawa

Beberapa penelitian ilmiah membuktikan manfaat tertawa.

Peneliti dari University of Maryland Medical Center di Baltimore mengungkapkan, orang-orang
yang berpenyakit jantung umumnya kurang tertawa dan tak menyukai humor
dibandingkan orang yang berjantung sehat.

Ada pula penelitian yang dilakukan Loma Linda University, California. Dr. Lee Berk mengukur efek tertawa terhadap
kekebalan tubuh. Ia membagi subjek menjadi dua kelompok: satu kelompok diberi
tontonan komedi yang mereka pilih sendiri, kelompok lainnya duduk tenang dalam
sebuah ruangan. Tiap orang dalam kelompok dihubungkan dengan alat monitor.
Selama pertunjukan dan setengah jam sesudahnya, contoh darah responden diambil
tiap 10 menit.

Hasilnya, kelompok yang duduk tenang tak mengalami perubahan fisiologi.
Sebaliknya, kelompok yang menonton film komedi mengalami peningkatan di
beberapa ukuran fungsi imunitas: aktivitas sel T (penting untuk melawan
infeksi), pembunuh sel natural (yang berfungsi melawan tumor), antibodi
imunoglobin A (yang menjaga saluran pernapasan) dan interferon gamma (kunci
dalam sistem kekebalan tubuh).

Penelitian lain dilakukan psikiatris Arthur Stone dari State University of New
York di Stony Brook Medical School. Selama tiga bulan ia melibatkan 96 pria
untuk mengukur tingkat antibodi yang disinyalir sebagai benteng pertahanan
pertama terhadap virus demam dan flu. Tiap hari, kelompok itu diperiksa grafik
emosinya. Hasilnya, interaksi positif seperti menghibur teman atau bermain
bersama anak-anak berdampak pada peningkatan antibodi pria yang diteliti.
Berbeda jika saat dikritik di kantor atau sedang berdebat.

Tertawa rupanya menyebabkan tubuh berolahraga kardio yang membuat sistem
pernapasan bekerja lebih baik. Tertawa memunculkan pola napas yang khas yang
dapat menurunkan zat residu pernapasan yang tersisa di paru-paru dan
menggantikannya dengan udara yang kaya oksigen. Manfaatnya, tentu saja, dapat
menurunkan tingkat uap air dan karbondioksida dalam paru-paru yang secara tak
langsung mengurangi risiko infeksi paru-paru.

Tertawa terbahak-bahak selama satu menit sama dengan 45 menit olahraga yang
mengeluarkan keringat. Bahkan, tertawa selama 20 detik efeknya sama seperti
tiga menit mendayung atau jogging pada kerja jantung. Sekitar 80 otot digunakan
ketika kita tertawa sempurna sampai terpingkal-pingkal. Getaran yang dihasilkan
membuat jantung berdegub lebih kencang, tekanan darah naik dan tingkat oksigen
dalam darah yang dihasilkan naik bersamaan dengan akselerasi pernapasan.
Bagusnya, endorphin sebagai �obat penenang alami� yang diproduksi otak akan
melahirkan rasa nyaman. Usai tertawa, tekanan darah normal kembali, hormon
stres berkurang dan kekebalan tubuh meningkat

http://www.mail-archive.com/mayapadaprana@yahoogroups.com/msg00668.html

Advertisement